Situasi seperti ini, ga jarang bikin aku
ngerasa down dan sedih. Situasi apa? Ya situasi bahwa sekarang aku sendirian.
Berajalan tanpa pasangan. Yaaa....memang sebelumnya, bahkan bertahun-tahun
silam pun aku juga lebih lama menjomblo dibanding memiliki pasangan. Namun,
semakin kesini kebutuhan akan seorang pendamping itu semakin terasa. Apakah
mungkin karena memang sudah waktunya kebutuhan itu menjadi sangat penting,
karena faktor usia. Umurku sekarang sudah 21 tahun. Apakah ini masih kategori
belia? Apakah sudah termasuk dewasa? Ah....usia ini masih tergolong muda.
Meskipun butuh, namun belum mendesak untuk memikir seorang pendamping. Namun,
apa benar seperti itu?
Ga jarang, gue kadang ngerasa iri jika
melihat teman-teman yang bisa jalan beriringan dengan orang dia sayang yang
pastinya jugan sangat menyayanginya. Namun, bukan kah jalan seperti ini lebih
baik? Lebih baik dihadapan Tuhan? Lebih baik untuk menjaga diri dari perbuatan
dosa yang timbul akibat diri sendiri maupun faktor pasangan? Namun, bukankah
natural juga bahwa manusia membutuhkan seseorang yang paling dekat dengannya
sebagai pengimbang kekuatannya? Bukan kah sudah jelas juga sebelumnya, bahwa
berniat ataupun tidak sedikit banyak menjalin hubungan pra nikah merugikan
masing-masing pihak?
Ah....bicara soal ini memang dilematis.
Antara hasrat dan kebutuhan manusiawi dengan hukum tuhan dan keyakinan. Saat aku butuh tempat berbagi, seringkali teringat untuk menghubungi dia, seseorang
belakangan ini menjadi aktor dalam ceritaku. Namun, keinginan itu gw tahan
sekuat-kuatnya. Dia bukan siapa-siapa bagiku dan begitu juga sebaliknya, apa kewajiban dia mendegar keluh
kesahku? Bukankah malah membuat aib buat diriku sendiri. Sehingga aku merasa
semakin ga berharga di matanya. Situasi seperti ini membuat aku merasa sangat
kesepian, aku sendirian.
Aku hanya berharap, semoga Tuhan
memilihkan pasangan terbaik bagiku untuk kehidupan yang sejahtera, mawaddah,
sakinah, warahmah dalam ridho-Nya, dunia & akhirat. Semoga Dia
mempertemukan aku dengan belahan jiwaku dengan cara yang indah dan waktu yang
tepat. Apakh itu Mas Faris? Aku hanya mengharapkan yang terbaik. Urusan dia
atau bukan, Tuhan yang lebih tau. Karena Dia pemilih yang sempurna.. :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar