Pa, ma uniang sakik paruik...
Ku pencet tombol ok, dan sms terkirim. Aku hanya ingin mengabari kedua orang tuaku tentang keadaanku yang memang lagi kurang sehat. Entahlah, akupun tak paham kenapa. Tapi dua hari terakhir memang sepertinya kesehatanku agak terganggu. Awalnya sakit kepala, pusing, berat dan berasa terpukul-pukul, dan berganti menjadi peut perih yang mual. Aku ga tau kenapa, "mungkin karena dapet hari kedua", pikirku.
Hapeku bergetar, ada panggilan dari mama. Aku terima panggilan mama, mama hanya bilang pake minyak kayu putih. Bentar juga sembuh....Aku mengiyakan, dan telpon ditutup.
Belum terlintas apa-apa, ya aku merasa biasa saja. Hanya memang perih dan mual di perutku belum ilang.
Kemudian ada panggilan lagi, ya papa menelponku. Aku ditanya sakit kenapa?Udah berobat atau belum? Jaga kesehatan.Aku ga boleh kenapa-napa. Dan akupun mengiyakan lagi.
Akhirnya aku menyerah dan memutuskan untuk datang ke GMC. Memeriksakan kondisiku, meski dari semalam aku terus-terusan menolak untuk diantar kesana oleh pacarku. Yaa....dia sudah tidak membalas smsku, dari pagi aku sudah aku repotkan untuk menemaniku, ya menemani dengan sms maksudnya. akhirnya kuputuskan untuk meminta bantuan seorang teman, ica namanya. Dan ternyata temanku tengah ada kegiatan, beres-beres kamar. Dia memintaku untuk menunggu, dan aku mengiyakan. Aku menunggu beberapa lama, ternyata belum ada kabar lagi. Aku semakin tidak tahan. Kuputuskan untuk meng-sms pacarku lagi. Dan meminta dia mengantarku ke GMC. Ternyata dia masih dirumah, hanya mungkin tiba ditempatku jam setengah 12. Itu artinya aku harus menunggu lebih lama lagi. Ica sms, yaaa kita udah bisaa berangkat. Akupun membatalkan permintaanku ke mas Faris. Dan dia setuju, hanya minta aku terus mengabarinya.
Kita tiba di GMC. Rame...itu kesan pertama. Ternyata banyak yang sakit. Hahahahahhahhaa.....
Kita menunggu beberapa, dan tiba lah di giliranku. Aku memasuki ruangan pemeriksaan. Aku takut kenapa-kenapa. Takut terjadi sesuatu. Dan Alhamdulillah....cuma magh. Dan ini kali pertamanya aku tau bahwa aku mengidap magh. Tapi syukurlah cuma magh.....
Setibanya di kos, aku meng-sms mama, papa, dan mas Faris. Mas faris membalas smsku. Dan memberikan aku wejangan panjang lebar. Tapi apapun, aku mengartikan itu wujud carenya terhadapku. Entahlah......dia sudah mengambil hatiku. Papa menelponku, dan menanyai kabarku. Aku juga diberi wejangan, jaga diri, jaga kesehatan, aku cuma sendiri disini, tanpa keluarga di jogja. Dan aku mengiyakan lagi. aku tak sampai memikirkan betapa papa menghawatirkanku. Betapa pikiran beliau sangat panjang dan sensitif apabila mengetahiu anaknya sakit. Apalagi berjarak laut seperti ini.
Akupun tertidur, setelah makan dan minum obat. Perutku masih terasa perih. Tiba-tiba aku terbangun kembali. Ada panggilan, Pak Jal. Sahabat papa. sepertinya beliau mendapat bocoran dari papa.Yaa sseperti itulah persahabatan mereka. Hanya sedikit hal yang dirahasiakan. Bahkan untuk hal seperti ini harus dibagi. Aku salut dan bangga papa punya sahabat seperti itu. Dan kekhawatiran yang sama aku peroleh. Wejangan itu lagi yang aku terima. Dan aku kembali menerima semua wejangan itu. Yaaa....aku tau mereka semua menyayangi aku. Akupun kembali tidur.
Ada panggilan lagi, Papa. Ternyata suara mama yang berbicara diseberang sana. kembali menanyakan keadaanku. Aku sudah tidak kenapa-napa. Mama kembali mengulang pesan yang sama dengan sebelum-sebelumnya " Ingat papa sama mama disini, jaga pola makan, jangan makan mie. Jangan sakit2 kaya gini, buat apa kamu kuliah kalo akhirnya sakit dan ilmumu ga berarti apa-apa. Buat apa habis uang banyak buat kuliah tapi akhirnya kamu sakit-sakitan.Mama ga mau kamu kenapa-napa. Kamu jauh nak, ingat pesan mama. Jangan bikin harapan papa sama mama sekedar harapan. Hati mama ga bakala terima kalo kamu kenapa-napa". Mama menangis. Hatiku pilu. Aku membuat orang tuaku begitu khawatir. dan akupun ikut-ikut menagis."Aku ga kenapa-napa, mama ga usah nangis"."Gimana mama ga nangis nak, kamu jauh dan sendiri disana, hati mama ga bisa terima". Yaa....aku hanya bisa mengiyakan. Hanya dihatiku, aku bertekad, untuk perhatian pada kesahatanku juga selain fokus untuk improve diri. Aku ga mau mereka khawatir. Dan tidak mau menhancurkan harapan mereka. Aku harus buat mereka bahagia.
Uniang sayang papa mama jo sadonyo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar