Yogyakarta, 23 November 24-11-2011
Aku ada disini
sebagai seorang mahasiswi yang berbekal mimpi dari daerah asalku. Sungai Rotan,
cupak. Solok, Sumatera Barat. Singkat cerita, sudah 3 bulan aku disini.
Bayangan-bayangan indah yang aku inginkan dari rumah perlahan terkuak. Satu
pelajaran yang bisa aku ambil “Dimana pun kamu, semua akan tetap berjalan
seperti adanya kamu”. Banyangan indah jauh dari rumah, jalan-jalan, rasanya
belajar di universitas terkenal, dan sebagainya yang dulunya aku bayangkan akan
jadi sangat menyenangkan adalah hal yang tidak seutuhnya benar, semuanya tetap
berpulang pada siapa aku. Aku hanya orang biasa, dan jelas semuanya berjalan
biasa. Mengalir sebagaimana mestinya, berjalan mengikuti alur, dan belum
kudapati keindahan-keindahan yang dulu aku bayangkan sewaktu aku masih jadi
gadis rumahan yang berharab bisa menggapai mimpi di rantau orang.
Entah lah
memilih untuk belajar di Matematika FMIPA UGM ini adalah suatu keputusan yang
benar atau salah aku tak tau. Yang aku tau, dari 1 tahun aku free dari bangku
pendidikan, aku berlabuh disini. Sempat terbersit ragu dan sesal menetap
pilihan disini, bayangan-bayanyan yang tidak sesuai harapan mengganggu. Tapi
aku tak tau, ini benar apa salah. Yang aku tau ini dan aku ada disini adalah
pilihanku. Aku yang telah memilih. Tak ada yang bisa bertanggung jawab tentang
hal ini kecuali aku. Untuk kembali mengulang,dan mengambil jurusan lain, itu
adalah hal yang sangat tidak mungkin. Banyak alasan yang memang bermuara pada
tidak mugkinnya aku melakukan itu, usiaku sekarang sudah 19 tahun, aku sudah
menghabiskan banyak uang keluargaku untuk sampai disini, keluarga sudah sangat
yakin aku bisa mendulang kesuksesan disini, mereka sangat berharab nasib kami
bisa berubah karena ku. Terlalu tinggi harapan yang mereka gantungkan padaku.
Seolah-olah aku memang akan sukses bila aku adalah lulusan UGM. Aku benar-benar
ga tau......aku belum paham....Aku masih terombang ambing,,,,,tapi tak ada
tempatku mengadu. Tak ada tempatku berbagi cerita. Aku tidak mungkin mengatakan
pada mereka bahwa aku ragu......OOOhhh Tuhannnn, maafkan aku yang tidak
bijaksana ini.:(
Perjalananku
untuk sampai disini sangat berliku, dan aku tetap percaya bahwa ini semua bukan
kebetulan. Allah memang memilihkan ini untukku. Tapi entah kenapa, semua ini
terasa rumit. Aku disini dengan segala kecukupan. Entah bagaimana orang tua ku
menyiapkan biaya untukku dirumah sana. Karena, yang ada di tanggungan mereka
sekarang bukan Cuma aku. Ada 3 saudaraku lagi yang masih membutuhkan tanggungan
orang tua. Kakak-kakak ku meskipun mereka sudah lulus, masih belum menemukan
ketetapan kerja, bahkan sekarang mau nyambung kuliah lagi. Biayanya tidak
sedikit. Memang kedua orang tuaku adalah PNS,,,dan alhamdulillha cukup. Tapi,
memang aku ga bisa terlalu banyak meminta, aku tak sanggup. Aku takut akan
sangat menyusahkan. Kadang, aku juga pengen sedikit mencicipi untuk
bersenang-senang, aku iri dengan teman-teman ku yang seenaknya bisa
menghamburkan uang dan bisa meminta lagi, tapi aku tak mungkin untuk itu. Orang
tuaku sudah sangat pasrah padaku..... Mereka bisa menyiapkan kebutuhanku, tapi
tidak untuk senang-senang. Aku baru sadar hidup begini.... Kalau udah begini,
aku jadi tidak sabar untuk segera sukses dan bisa melihat keluargaku merasakan
hasil kerjaku. Tapi itu semua butuh waktu, tiidak instan untuk menjadi sukses.
Baru aku sadari bahwa sukses itu sangat2 butuh perjuangan. Aku bisa berkata
salut pada orang-orang sukses itu sekarang. Namun, meskipun begini keadaannya,
aku sangat mensyukuri yang aku miliki, karena aku memiliki apa yang aku
butuhkan, meskipun tidak berlebih, tapi ada. Itu sudah cukup. Aku percaya bahwa
Allah SWT tidak pernah tidur,, Dia selalu tau dan melihat, dia mendengar.
Aku selalu
berharab bisa meringankan beban kedua orang tuaku. Aku berharab bisa dapat
beasiswa yang sangat membantu. Tapi sepertinya aku memang belum dijatahi untuk
itu. Selalu saja aku kelewat kesempatan. Entahlah,,,mungkin aku memang belum
ditakdirkan untuk itu, apakah itu memang bukan bagiianku, atau memang itu bukan
jatahku, atau memang ada yang tengah disiapkan untukku. Aku agak kesal,,,merasa
tidakk bisa terima aku tidak bisa mengajukan permohonan beasiswa itu. Terserah
nanti lulus atau tidakk, yang penting aku telah mencoba. Tapi memang begitulah....
Bahkan kadang aku merasa semua ini gak adil, ada temanku yang menerima beasiswa
itu dan mereka bisa foya-foya. Astagfirullah......... ampuni aku yang telah
berprasangka seperti itu yaa allah. Jangan engkau biarkan aku menjadi golongan
hambamu yang kufur. Tapi ya sudahlah, pengaturan Allah memang begitu. Gak
seharusnya aku mempertanyakan keadilan, karna itu hanya kuasa Tuhan. Yang
seharusnya aku fikirkan bagaimana aku bisa sukses. Hal apa ynag harus aku
lakukan untuk membayar semua harapan ku dan keluargaku. Aku tidak mau jika
akhir dri semua ini aku bukanlah apa-apa. Aku harus sukses, meskipuun aku hanya
lulusan MATEMATIKA FMIPA UGM. DAN AKU HARUS LULUS DALAM WAKTU <= DARI 4 TAHUN
DENGAN IPK DIATAS 3,5.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar