Senin, 02 Juli 2012

A little Thing


Yogyakarta, 23 November 24-11-2011
Aku ada disini sebagai seorang mahasiswi yang berbekal mimpi dari daerah asalku. Sungai Rotan, cupak. Solok, Sumatera Barat. Singkat cerita, sudah 3 bulan aku disini. Bayangan-bayangan indah yang aku inginkan dari rumah perlahan terkuak. Satu pelajaran yang bisa aku ambil “Dimana pun kamu, semua akan tetap berjalan seperti adanya kamu”. Banyangan indah jauh dari rumah, jalan-jalan, rasanya belajar di universitas terkenal, dan sebagainya yang dulunya aku bayangkan akan jadi sangat menyenangkan adalah hal yang tidak seutuhnya benar, semuanya tetap berpulang pada siapa aku. Aku hanya orang biasa, dan jelas semuanya berjalan biasa. Mengalir sebagaimana mestinya, berjalan mengikuti alur, dan belum kudapati keindahan-keindahan yang dulu aku bayangkan sewaktu aku masih jadi gadis rumahan yang berharab bisa menggapai mimpi di rantau orang.
Entah lah memilih untuk belajar di Matematika FMIPA UGM ini adalah suatu keputusan yang benar atau salah aku tak tau. Yang aku tau, dari 1 tahun aku free dari bangku pendidikan, aku berlabuh disini. Sempat terbersit ragu dan sesal menetap pilihan disini, bayangan-bayanyan yang tidak sesuai harapan mengganggu. Tapi aku tak tau, ini benar apa salah. Yang aku tau ini dan aku ada disini adalah pilihanku. Aku yang telah memilih. Tak ada yang bisa bertanggung jawab tentang hal ini kecuali aku. Untuk kembali mengulang,dan mengambil jurusan lain, itu adalah hal yang sangat tidak mungkin. Banyak alasan yang memang bermuara pada tidak mugkinnya aku melakukan itu, usiaku sekarang sudah 19 tahun, aku sudah menghabiskan banyak uang keluargaku untuk sampai disini, keluarga sudah sangat yakin aku bisa mendulang kesuksesan disini, mereka sangat berharab nasib kami bisa berubah karena ku. Terlalu tinggi harapan yang mereka gantungkan padaku. Seolah-olah aku memang akan sukses bila aku adalah lulusan UGM. Aku benar-benar ga tau......aku belum paham....Aku masih terombang ambing,,,,,tapi tak ada tempatku mengadu. Tak ada tempatku berbagi cerita. Aku tidak mungkin mengatakan pada mereka bahwa aku ragu......OOOhhh Tuhannnn, maafkan aku yang tidak bijaksana ini.:(
Perjalananku untuk sampai disini sangat berliku, dan aku tetap percaya bahwa ini semua bukan kebetulan. Allah memang memilihkan ini untukku. Tapi entah kenapa, semua ini terasa rumit. Aku disini dengan segala kecukupan. Entah bagaimana orang tua ku menyiapkan biaya untukku dirumah sana. Karena, yang ada di tanggungan mereka sekarang bukan Cuma aku. Ada 3 saudaraku lagi yang masih membutuhkan tanggungan orang tua. Kakak-kakak ku meskipun mereka sudah lulus, masih belum menemukan ketetapan kerja, bahkan sekarang mau nyambung kuliah lagi. Biayanya tidak sedikit. Memang kedua orang tuaku adalah PNS,,,dan alhamdulillha cukup. Tapi, memang aku ga bisa terlalu banyak meminta, aku tak sanggup. Aku takut akan sangat menyusahkan. Kadang, aku juga pengen sedikit mencicipi untuk bersenang-senang, aku iri dengan teman-teman ku yang seenaknya bisa menghamburkan uang dan bisa meminta lagi, tapi aku tak mungkin untuk itu. Orang tuaku sudah sangat pasrah padaku..... Mereka bisa menyiapkan kebutuhanku, tapi tidak untuk senang-senang. Aku baru sadar hidup begini.... Kalau udah begini, aku jadi tidak sabar untuk segera sukses dan bisa melihat keluargaku merasakan hasil kerjaku. Tapi itu semua butuh waktu, tiidak instan untuk menjadi sukses. Baru aku sadari bahwa sukses itu sangat2 butuh perjuangan. Aku bisa berkata salut pada orang-orang sukses itu sekarang. Namun, meskipun begini keadaannya, aku sangat mensyukuri yang aku miliki, karena aku memiliki apa yang aku butuhkan, meskipun tidak berlebih, tapi ada. Itu sudah cukup. Aku percaya bahwa Allah SWT tidak pernah tidur,, Dia selalu tau dan melihat, dia mendengar.
Aku selalu berharab bisa meringankan beban kedua orang tuaku. Aku berharab bisa dapat beasiswa yang sangat membantu. Tapi sepertinya aku memang belum dijatahi untuk itu. Selalu saja aku kelewat kesempatan. Entahlah,,,mungkin aku memang belum ditakdirkan untuk itu, apakah itu memang bukan bagiianku, atau memang itu bukan jatahku, atau memang ada yang tengah disiapkan untukku. Aku agak kesal,,,merasa tidakk bisa terima aku tidak bisa mengajukan permohonan beasiswa itu. Terserah nanti lulus atau tidakk, yang penting aku telah mencoba. Tapi memang begitulah.... Bahkan kadang aku merasa semua ini gak adil, ada temanku yang menerima beasiswa itu dan mereka bisa foya-foya. Astagfirullah......... ampuni aku yang telah berprasangka seperti itu yaa allah. Jangan engkau biarkan aku menjadi golongan hambamu yang kufur. Tapi ya sudahlah, pengaturan Allah memang begitu. Gak seharusnya aku mempertanyakan keadilan, karna itu hanya kuasa Tuhan. Yang seharusnya aku fikirkan bagaimana aku bisa sukses. Hal apa ynag harus aku lakukan untuk membayar semua harapan ku dan keluargaku. Aku tidak mau jika akhir dri semua ini aku bukanlah apa-apa. Aku harus sukses, meskipuun aku hanya lulusan MATEMATIKA FMIPA UGM. DAN AKU HARUS LULUS DALAM WAKTU <= DARI 4 TAHUN DENGAN IPK DIATAS 3,5. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar